Tips Mengoptimalkan Perkembangan Otak Anak Sejak Dalam Kandungan

Punya anak dan menyandang gelar ibu selalu jadi pengalaman menantang buat saya. Proses hamil dan menyusui yang ajaib kayaknya bakalan jadi kenangan indah sekaligus menggemaskan seumur hidup. Mulai dari sok nggaya dan nggampangke, sampe akhirnya mewek sendiri pas tau kalo hamil yang berujung jadi punya gelar “ibu” itu nggak gampang.




Pengalaman dua kali hamil bikin saya paham betul gimana ngejaga diri dan calon bayi dalam kandungan. Pas hamil Kevin sih relatif lebih mudah, hepi dan slow banget bawaannya. Mungkin karena saya emang udah siap lahir bathin mau punya anak lagi. Beda banget sama waktu hamil pertama yang lebai dan lebih banyak tantangan. Saking dramanya, saya sampe harus bedrest pas usia kehamilan 7 bulan gara-gara naik motor dan nggak sengaja kejeglong (duh bahasa Indonya apa yaa…) lubang. Alhasil, saya ngalamin kontraksi dini dan harus dirawat untuk mempertahankan janinnya. Dan saking polosnya saya malah nggak tahu kalau keram perut yang saya alami sehari semalam itu adalah kontraksi. Duh gustiii… -agus roti- saya beneran polos yak. (Polos ama sedikit bego mungkin beda tipis sih hahahaha)

Rafael, si Sulung, emang banyak membawa kejutan dalam hidup saya. Nggak cukup rupanya bedrest 4 hari di RS, proses kelahirannya juga lumayan bikin dag dig dug. Mulai dari flek terus terusan selama 4 hari, bukaan enggak nambah, diinduksi yang rasanya cihui banget, sampe akhirnya tergeletak di atas meja operasi dan menyerah dicesar sama dokter.

Well, selain banyak cerita menggemaskan selama kehamilan itu, ada banyak juga loh keseruan selama mengandung. Mommies tentu tahu dong, yang namanya ibu hamil itu harus ngejaga banget pola makan, asupan gizi yang seimbang hingga bermacam stimulasi yang bisa membuat janin cerdas sejak masih dalam perut. Nah, alih-alih bercerita soal proses melahirkan Kevin dan kakaknya, sekarang saya mau ajak Mommies untuk membahas soal perkembangan otak bayi sejak masa-masa awal kehamilan. Seru loh!

Mampir sini ya : Hamil Itu Nggak Mudah!

Trimester pertama

Di masa ini, struktur dasar otak sudah mulai terbentuk. Sekitar 16 hari sejak pembuahan, dasar pembentukan sumsum tulang belakang dan otak janin (neural plate) mulai dibentuk. Neural plate ini selanjutnya akan terus berkembang menjadi neural tube (tabung saraf) yang kemudian akan terbagi menjadi 3 bagian. Yakni otak depan, otak tengah dan otak belakang. Bagian terakhir inilah yang akan membentuk sumsum tulang belakang.

Pada usia kehamilan masuk ke minggu ke 5, otak, sumsum tulang belakang dan jantung bayi mulai menjalankan fungsinya. Saya kutip dari hellosehat, inilah masa-masa kritis bayi di awal kehamilan.
Di usia kandungan 8-10 minggu, otak janin sudah berfungsi. Selain itu, organ-organ vital seperti ginjal, usus, dan hati juga mulai bekerja. Seiring berfungsinya otak, bayi mulai bisa merekam stimulasi dari luar loh Moms. So, inilah waktu yang tepat untuk mulai memperkenalkan musik, suara-suara atau mengajaknya “bercerita”


Trimester kedua

Pada periode ini, perkembangan saraf-saraf bayi mulai sempurna. Denyut jantung, tekanan darah, pernapasannya pun terus berkembang dengan pesat. Oya, di usia kehamilan ini, otak bayi sudah 80% berkembang. Dengan kata lain, dedek bayi udah bisa merekam informasi dari luar ke dalam otaknya. Wuah heibats kan?

Baca juga ya : Tips Menghadapi Situasi Darurat pada Anak

Timester ketiga

Otak bayi berada pada fase perkembangan tercepat di trimester ketiga ini. Sistem sarafnya sudah cukup berkembang untuk mengontrol beberapa fungsi tubuh. Calon buah hati kita juga sudah mulai bisa mendengar suara dari luar rahim. Pada minggu ke-28, aktivitas gelombang otak bayi mulai mempunyai siklus tidur, bahkan bisa mengalami mimpi loh. Pada trimester ketiga ini, otak kecil (yang mengontrol pergerakan) berkembang lebih cepat. Nggak cuma itu, bayi kita juga mulai mengenal emosi, termasuk merasakan emosi ibu. Makanya ibu hamil dilarang cemas, takut atau marah yang berlebihan ya. Nggak bagus buat debaynya.




Nah, untuk memastikan perkembangan otak calon buah hati kita berlangsung sempurna, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Di antaranya

Pertama 

Makan makanan kaya zat besi, asam folat, vitamin E, taurin dan lesitin. Asam folat ini adalah mineral penting yang dibutuhin untuk perkembangan otak bayi sejak awal kehamilan. Kita bisa mendapatkan asupan asam folat dari sayur mayur, buah-buahan dan juga kacang-kacangan, daging, telur dan susu serta produk olahannya. Semua jenis nutrisi ini terbukti ampuh untuk mendukung perkembangan saraf dan melancarkan peredaran darah di otak.

Asam folat dann protein ini juga bertugas untuk menjaga vitalitas perkembangan sel-sel otak janin serta mendukung pertumbuhan otak dan tempurung otaknya. Oya, meski ikan juga merupakan sumber protein, sebaiknya jangan mengonsumsinya terlalu banyak ya. Soalnya ikan jaman now mah udah banyak terkontaminasi merkuri.

Kedua

Melakukan aktivitas fisik yang cukup akan sangat membantu menjaga kondisi kita tetap prima. Meski memang harus ati-ati ya Moms saat melakukannya. Jalan santai, berenang, yoga, dan beberapa jenis olahraga lain masih OK untuk bumil. Tapi jangan nekat ikut marathon ya wkwkwk.. Oya, sebaiknya pada trimester pertama bumil harus ekstra hati-hati dalam melakukan aktivitas fisik seperti ini ya.. mengingat kondisi awal kehamilan cukup berisiko. Pokoknya, tetap jaga diri, berhati-hati dan kalau ragu, segera konsul sama dokter kandungan langganan.

Ketiga

Hindari stress! Yup, ibu hamil itu gampang banget berubah moodnya. Dikit-dikit bisa lebai, eh sebentar kemudian bisa marah alias uring-uringan. Hal ini nggak bisa ditebak sih, terutama pada kasus saya. Pas hamil awal--awal gitu, biasanya saya suka lebai gak jelas, palagi pas masih morning sickness. Tapi pas masuk trimester kedua semua fine-fine aja. Dan berubah lagi pas menjelang melahirkan. Kondisi ini bisa saja berbeda untuk setiap ibu.

Intinya mah, selama hamil sebisa mungkin bumilnya tetep hepi, santai dan hindari berpikir yang enggak-enggak. Tahu nggak, suasana hati yang hepi bisa bikin aliran hormon endorfin makin kenceng loh. Efeknya, akan mengalirkan energi positif dan membantu janin untuk tetap rileks sehingga otaknya jadi lebih aktif.

Mommies juga bisa memperbanyak jalan-jalan di pagi hari saat udara masih segar. Asupan oksigen yang cukup bisa membantu suplai oksigen pada otak janin loh.


Keempat

Jangan lupa, ajak buah hati bercengkerama sebanyak mungkin. Janin dalam perut paling hafal dengan suara ibunya loh. Dia bisa merespons dan merekam ucapan kita. Jangan heran nanti kalau udah gede, dia bisa hafal lagu-lagu yang sering kita nyanyiin pas masih di perut. Padahal mungkin kita belum sempet ngajarin dia pas udah di luar hehe. Pas hamil anak-anak, saya suka banget nyanyi. Alhasil, Rafael sejak usia setaun udah tertarik sama keyboard, gitar, suling dan teman-temannya. Sekarang, di usia ke 14 tahun, dia udah bisa mengaransemen musik digital, memainkan keyboard dan main gitar. Semua otodidak, nggak mau diajarin. Kalau Kevin sih lebih suka aktivitas fisik, seperti main bola dan lompat-lompat. Meski demikian, dia juga paling gampang mengingat lagu.

Masa kehamilan, meski berat, tetap harus dijalani dengan hepi. Bagaimanapun juga, dipercaya untuk jadi ibu itu sebuah kehormatan tiada tara yang mungkin nggak didapat sama semua perempuan. Itu pula yang coba saya syukuri sampai detik ini. So, be happy and enjoy your pregnancy ya Mommies sayang!


Salam sayang,






Tips Mengoptimalkan Perkembangan Otak Anak Sejak Dalam Kandungan Tips Mengoptimalkan Perkembangan Otak Anak Sejak Dalam Kandungan Reviewed by Bety Kristianto on August 15, 2019 Rating: 5

No comments:

Halo, saya Bety. Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. Yuk tinggalkan jejak di kolom komentar. 😊

Powered by Blogger.