Tips Menangani Situasi Darurat pada Anak

Punya anak kecil di rumah tuh pastinya bikin Moms and Dads harus ekstra waspada ya. Nggak bisa meleng dikit aja, apalagi kalo si kecil masih di usia-usia krusial which is rasa pengen tahunya gede banget. Ya, sekitaran umur 1-3 tahun itu adalah masa-masa di mana mereka bisa melakukan apa saja untuk memuaskan rasa ingin tahunya itu. Tapi, karena kemampuan dan ketrampilan mereka belum sempurna, terkadang justru menempatkan mereka dalam situasi yang membahayakan.

Contohnya saya dulu pernah kejadian Kevin kesiram air panas sampe melepuh. Atau pas si kakak nggak sengaja kena silet karena penasaran sama bentuknya yang lucu menggemaskan itu. Huhuhu.. jadi pengen ikutan nangis deh 😭😭




Kondisi sakit seperti demam, hidung kemasukan benda asing, atau telinga kemasukan air dan lain-lain hanya sebagian kecil kondisi berbahaya yang sering kali harus kita hadapin. Betul nggak, Moms?

Panik? Tentu saja. Saya juga panik banget pas kakinya Kevin kena air panas waktu itu. Apalagi yang numpahin justru saya huhuhu. Rasa bersalah plus kasihan langsung bikin otak susah berpikir dengan jernih. Untungnya waktu itu masih ada eyang kakungnya yang berinisiatif untuk mengoleskan salep anti luka bakar.

Ya, dalam keadaan emergency seperti ini stay calm and do the right thing adalah hal yan wajib kita lakukan. Jangan sampai karena terpaku pada kondisi yang ada di depan mata malah nggak ngelakuin apa-apa untuk menolong si kecil. Atau justru kita melakukan tindakan yang salah dan malah bikin kondisi ini jadi makin runyam.


Nah, berikut ini saya rangkum beberapa kondisi darurat yang paling umum terjadi

Anak terkena luka bakar

Untuk menangani luka bakar seperti terkena api, lilin panas atau air panas, ingatlah untuk tidak merendamnya dalam air dingin atau air es ya Moms. Meski kelihatannya akan memberikan rasa nyaman pada kulit yang terbakar, air dingin justru akan membuat lukanya makin parah.

Rangsangan secara langsung pada kulit yang terbakar bisa merusak kulit dan menimbulkan infeksi yang lebih parah (luka  bakar stadium 2).

Untuk luka bakar ringan sebaiknya Moms membasuh kulit si kecil dengan air mengalir selama kurleb 20 menit atau sampai rasa perihnya berkurang. Setelah itu, kita bisa mengoleskan salep khusus luka bakar di atasnya. Kalau saya biasanya pake Bioplasenton. Itu kulit langsung adem dan si kecil nggak akan nangis kesakitan lagi.

Baca juga : Fimosis Pada Anak, Berbahayakah?

Demam

Penyakit yang paling sering menghinggapi anak-anak selain batpil tuh ya demam. Demam ini menjadi tanda bahwa tubuhnya tengah berjuang dengan benda asing (virus) yang mencoba mendobrak daya tahan tubuhnya. Nah, meski sebenarnya bukan merupakan penyakit, demam ini nggak boleh juga disepelein. Sebab, tanpa penanganan yang tepat, demam bisa mengarah pada penyakit lain yang lebih serius.

Kesalahan paling sering yang dilakuin sama parents adalah menyelimuti anak atau memakaikan baju yang terlalu tebal, dengan alasan si anak kedinginan. Hal ini justru salah karena baju yang terlalu tebal justru bikin suhu panas “terjebak” dalam tubuh. Sebaliknya, kenakan pakaian biasa aja pada anak. Yang penting nyaman.

Kesalahan kedua adalah mengompresnya dengan air es dengan harapan suhu tubuhnya turun. Nah hal ini juga nggak tepat. Sebab, kompres dingin bikin pembuluh darah menyusut dan gejala demamnya enggak membaik. Harusnya, kita justru ngompres si kecil dengan air suhu ruang atau suam-suam kuku, agar suhu panas di tubuhnya mengalir keluar dan anak merasa nyaman. Kompres di bagian dahi, ketiak, leher dan bagian dalam paha ya.


Hidung kemasukan benda asing

Jangan mengambil benda asing dengan pinset ya. Hal ini bisa berisiko mendorong benda masuk lebih dalam, atau patah di dalam lubang hidung. Kita bisa memakai cotton bud atau ujung tissue untuk merangsang si kecil biar bisa bersin. Dengan begitu, benda asing dalam hidungnya bisa keluar.


Gigi patah

Meski jarang terjadi, gigi patah bisa saja mengancam anak saat bermain. Biasanya, kita mengambil tissue dan membungkus patahan gigi ini . Iya kan? Saya juga biasanya dulu gitu kalau pas gigi susu si kakak tanggal. Nah, hal ini nggak berlaku untuk gigi yang patah (bukan tanggal seakarnya ya). Sebab patahan gigi yang dibungkus tissue ini bisa berisiko rusak dan akan sulit di tambal atau disatukan lagi.

Sebaiknya, kita merendam patahan gigi ini dalam air garam atau susu putih, dan segera pergi ke dokter gigi untuk mendapatkan pertolongan.





Penanganan luka terbuka

Sebagian dari kita terbiasa menutup luka terbuka pada kulit dengan tissue kering. Ya nggak Moms? Tahu nggak sih, serabut tissue yang menempel pada luka ini ternyata justru bisa berisiko membuatnya terkena infeksi loh. Jadi sebaiknya kita gunakan saline solution atau larutan garam untuk membersihkan luka dan membungkusnya dengan perban.

Untuk luka yang agak dalam dan mengeluarkan banyak darah, minta anak untuk mengangkat bagian tubuh yang luka lebih tinggi dari posisi jantung agar pendarahan segera berhenti.


Mungkin Mommies juga perlu tahu ini : Mengenal Hernia pada Bayi

Mimisan

Dulu, waktu saya kecil ibuk akan mengambil daun sirih, menggulungnya lalu memasukkan ke dalam lubang hidung yang berdarah. Sementara, saya disuruh untuk telentang dan menengadah ke atas. Tahu nggak, Moms, hal ini ternyata malah bikin darah yang harusnya keluar justru masuk ke dalam saluran pernapasan dan berisiko masuk ke paru-paru. Padahal ini adalah darah kotor yang seharusnya memang keluar.

Solusi untuk menghentikan mimisan ini adalah meminta anak untuk menundukkan kepala, lalu tekan lembut batang hidungnya dengan kain bersih sampai darah berhenti mengalir. Kalau setelah beberapa waktu pendarahan nggak juga berhenti atau bertambah parah, jangan ragu untuk mendatangi dokter. Apalagi kalau anak sering mengalami mimisan. Sebaiknya periksakan dengan cermat agar segera diketahui penyebab dan solusinya.

Saat menghadapi kondisi darurat seperti ini, penting banget untuk tetap tenang dan nggak panik ya Moms. Sedia payung sebelum hujan, pelajari tindakan-tindakan penanganan yang tepat untuk setiap kondisi dan segera tanggap kapan saatnya harus pergi ke dokter untuk mendapatkan pertolongan yang lebih serius. Semoga dengan segala persiapan ini, kita enggak akan salah bertindak ya.


Salam,  



Tips Menangani Situasi Darurat pada Anak Tips Menangani Situasi Darurat pada Anak Reviewed by Bety Kristianto on July 29, 2019 Rating: 5

No comments:

Halo, saya Bety. Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. Yuk tinggalkan jejak di kolom komentar. 😊

Powered by Blogger.