Kapan Gigi Susu Tanggal?

Kapan gigi susu tanggal


Setiap anak akan mengalami yang namanya gigi tanggal alias copot. Yes, gigi pertama pada anak atau yang biasa kita sebut dengan gigi susu, adalah gigi sementara yang akan diganti dengan gigi permanen jika waktunya telah tiba. 

Meski tanggalnya gigi susu ini adalah hal yang natural, tapi kita harus tahu loh, Parents, kapan jadwal gigi susu anak akan mulai copot. Jangan sampai gara-gara kita pikir ini cuma hal sepele jadinya diabaikan. Soalnya, gigi susu yang terlalu cepat tanggal atau sebaliknya, telat copot, bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada anak. 

Pada kasus tertentu, hal di atas juga bisa berpotensi membuat struktur gigi dan rahang anak jadi kurang bagus. Nggak mau kan, penampilan anak jadi kurang maksimal di masa depan?

Nah biar Parents nggak kudet, yuks kita ngobrol soal kapan sih sebenernya jadwal gigi susu yang lucu itu tanggal?


Pentingnya Gigi Susu

Sebelum kita ngobrol lebih jauh soal kapan gigi susu copot, pertama-tama kita harus paham dulu nih apa sih pentingnya gigi susu buat anak. Kenapa ya harus ada gigi susu segala? Kok nggak langsung aja gigi permanen gitu, kan lebih efektif dan efisien? Hahaha bercandaaaa…. 

Well, paling nggak ada 3 fungsi gigi susu yang saya catat dari gugling sana-sini. 

Pertama, untuk mempersiapkan ruang atau space buat gigi permanen tumbuh nantinya. Seiring waktu, gigi susu akan mengalami proses resorpsi atau proses pelarutan secara alami. Hal ini ditandai dengan melonggarnya gusi agar gigi susu lepas. Dengan begitu, akan ada ruangan untuk gigi permanen nanti tumbuh.

Kedua adalah untuk menjaga bentuk rahang dan struktur wajah anak. Jika gigi susu tanggal terlalu cepat, bisa bikin rahang kehilangan penopang alami. Akibatnya, gigi tetap bisa tumbuh tidak sejajar alias nggak rapi. 

Ketiga, memengaruhi kemampuan mengunyah dan berbicara. Gigi susu membantu anak belajar mengunyah makanan dengan baik, dan memposisikan lidah saat bicara. Nah, gigi susu yang sehat adalah salah satu modal penting dalam tahap perkembangan anak ini. Makanya harus dirawat ya Moms. Kebayang kan, gigi susu yang rusak atau berlobang bahkan bisa bikin anak GTM. Huhuhu…mengsyedihh.


Masalah Umum Gigi Susu

Karies gigi

Pernah liat kan, anak kecil yang giginya item-item, itu namanya karies gigi. Nggak cuma bikin gigi anak nggak cantik, karies gigi ini bisa juga bikin gigi berlobang dan rasa nyeri. Nah nggak heran kalau anak dengan karies gigi sering GTM atau susah makan. Biasanya lagi, gigi yang item-item ini susah tanggal. Udahlah nggak estetik dilihat, anak pun jadi kurang asupan gizi. Kan nggak banget ya, Moms.

Gigi susu yang nggak copot-copot

Ada juga masalah lain yang seringkali dialami anak-anak, yaitu gigi susu yang kelamaan nangkring di rahang alias nggak sesuai jadwal untuk copot. Mungkin keenakan ya dia di situ hehehe. Nah kalau kasusnya kek gini, bisa-bisa menghambat pertumbuhan gigi tetap alias gigi permanen. Bukan nggak mungkin, gigi permanen akan tumbuh saling berdesakan atau bertumpuk-tumpuk nggak rapi.

Maloklusi 

Kalau digugling, maloklusi ini berarti kondisi ketidaksejajaran antara gigi dan rahang. Kalau kasusnya ringan, kondisi ini nggak akan memerlukan perawatan. Nah tapi, kalau kondisinya berat maka bisa saja mengganggu penampilan, menimbulkan kesulitan mengunyah dan juga berbicara. Nggak jarang, kondisi ini juga menyebabkan gusi bagian dalam ataupun lidah tergigit secara nggak sengaja. 

Gigi susu yang copot terlalu cepat atau kebiasaan mengisap jempol pada anak bisa menjadi salah satu penyebab dari kondisi ini. 


Kapan Gigi Susu Tanggal?

Meskipun semua gigi susu akan digantikan oleh gigi permanen, tapi copotnya udah pasti bertahap ya Moms. Berikut ini periode copotnya gigi susu mulai dari yang pertama sampai yang terakhir. 

  • Usia 6-7 tahun: pada periode ini gigi seri tengah akan mulai tanggal. Gigi seri tengah adalah 4 gigi susu (atas dan bawah).
  • Usia 7-8 tahun: pada periode ini 4 gigi seri samping (atas dan bawah) akan menyusul tanggal dan diganti gigi permanen. 
  • Usia 9-12 tahun: fase terakhir gigi susu yang akan tanggal adalah gigi taring (4 buah) dan geraham (8 buah)

Pada usia 12 tahunan, umumnya semua gigi susu sudah tanggal. Namun pada kasus tertentu bisa saja gigi susu ini masih nangkring di tempatnya. Jangan tunggu sampai hal ini terjadi ya Moms

Ada baiknya kita rajin-rajin mengecek kondisi gigi dan rahang si kecil untuk menentukan apakah sesuai periode perkembangannya atau nggak. Terutama untuk gigi taring, menjelang usia 10 tahun periksalah secara berkala apakah sudah goyang atau belum dan apakah ada tanda-tanda gigi permanen mulai tumbuh.

Jika ya, jangan tunggu lagi. Segera ke dokter gigi, supaya nggak kejadian gigi gingsul. Denger-denger, kalau gigi taring sampai gingsul tuh susah beuut ngebenerinnnya. 

Nah untuk kasus gigi taring ini aku ada cerita khusus terkait si Bontot, Kevin. Yang kebetulan dia tuh mengalami kondisi pertumbuhan rahang yang agak lambat. Nanti pankapan aku ceritain proses ngebenerinnya ya di sini. 

gigi susu


Kapan harus ke Dokter Gigi?

Nggak semua fase pertumbuhan gigi dan rahang anak memerlukan konsultasi dengan dokter gigi. Namun, ada beberapa kondisi yang seharusnya nggak kita lewatin ya Parents. Contohnya adalah:

Pertama, tipe ideal adalah parents yang memeriksakan kondisi gigi geligi anak sejak dini, atau saat gigi pertama si kecil nongol. Hal ini biasanya sekaligus untuk cek kondisi kesehatan gigi dan mulut. 

Well, ini nggak berlaku untuk parents yang easy going dan orang 'kebanyakan' kayak aku ya. Hahaha... selama anak nggak nunjukin gejala nyeri atau kelainan khusus selama periode pertumbuhan gigi susu pertamanya, aku sih woles aja. Just follow the nature.

Kedua, jangan tunda ke dokter jika ada gigi anak yang berlubang. Segera lakukan perawatan agar gigi tidak rusak lebih parah. 

Ketiga segeralah ke dokter gigi jika gigi susu masih ada yang nangkring saat anak berusia 11 tahunan. Nggak usah tunggu ada gigi gingsul dulu baru kebirit-birit ke dokter ya. Udah telat!

Keempat, jika ada keluhan nyeri, bengkak atau perdarahan gusi segera bawa anak ke dokter gigi. Supaya dokter bisa melakukan pemeriksaan yang akurat dan memberikan perawatan yang diperlukan.


Kesimpulan

Itu tadi ulasan singkat tentang gigi susu, dan fase pergantiannya menjadi gigi permanen. Semoga tulisan ini bermanfaat ya, Parents! Jangan lupa selalu edukasi anak untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut dengan cara rajin menyikat gigi dan mengatur asupan makanan minuman tinggi gula untuk mencegah gigi berlobang. 

Happy Parenting!

Posting Komentar

0 Komentar