Post Page Advertisement [Top]


Stimulasi Anak dengan Kecerdasan Visual Spasial - Bicara tentang kecerdasan seseorang, nggak akan bisa dipisahkan dari pembahasan tentang kecerdasan majemuk alias multiple intelligent. Yup, di dunia ini nggak ada yang namanya orang tu (maaf) bodo ya. Yang ada, kecerdasannya itu berbeda-beda, kuatnya di bagian mana gitu maksudnya. Kalau seseorang itu kehilangan kemampuan kognitifnya, bisa jadi karena ada penyakit tertentu atau gangguan kejiwaan. Nah bagian ini yang harus ditelaah lebih lanjut.

Pada anak-anak, kecerdasan majemuk ini sebenarnya udah bisa kita amati dan temukan sejak dini. Meskipun demikian, beberapa anak sepertinya akan menunjukkan beberapa kecerdasan yang paling menonjol dalam dirinya, alih-alih hanya memiliki satu “kelebihan” yang mencolok. Biasanya, ada dua atau tiga kecerdasam majemuk yang dominan dalam diri seseorang. Tapi, bukan berarti kita nggak bisa memaksimalkan semua kecerdasan itu loh. Dengan stimulasi yang tepat, bukan enggak mungkin seorang anak bisa memiliki semua multiple intelligent yang ada.

Untuk case Kevin, anak kedua saya, kebetulan memiliki 3 sisi kecerdasan paling menonjol. Yakni kecerdasan visual spasial, kinestetik dan logika matematika. Lalu gimana ya, cara untuk menstimulasi kecerdasannya tersebut? Well, dalam tulisan kali ini saya nggak akan membahas langsung ketiga kecerdasan dominan itu. Tapi, saya hanya akan fokus pada salah satunya dulu ya, biar enggak meleber ke mana-mana. Dan yang akan kita bahas kali ini adalah stimulasi anak dengan kecerdasan visual spasial.

stimulasi anak dengan kecerdasan visual spasial.

Stimulasi Anak dengan Kecerdasan Visual Spasial

Seseorang yang memiliki kecerdasan spasial visual, biasanya memiliki kemampuan berpikir dalam 2 atau 3 dimensi. Hal ini termasuk pemahaman yang oke banget tentang bentuk dan ruang, serta hubungan antar benda dalam ruangan. Jadi nggak heran kalau mereka ini sangat peka dengan arah, lokasi, tempat ataupun benda tertentu.

Kevin misalnya, dia mudah banget ngapalin jalan yang biasa kami lewati saat berangkat sekolah atau pergi ke gereja dan beberapa tempat yang emang sering kami kunjungi. Saat usianya belum genap 3 tahun, dia sudah ngeh bakalan pergi ke mana saat ngelewatin jalan tertentu. Jadi nggak bisa boong deh emaknya hehehehe.

Baca juga : How to Treat Kinesthetic Child

Nah, ciri-ciri anak dengan kecerdasan visual spasial ini adalah:

  1. Mampu atau gampang banget tertarik dengan gambar, bentuk, warna, ruang atau benda. Mereka lebih mudah memahami sesuatu yang bisa dengan mudah dikenali oleh indera penglihatannya. Namun hal ini bukan berarti otak mereka buntu saat harus berimajinasi loh. Justru, imajinasi adalah salah satu kelebihan mereka yang paling menonjol.
  2. Mudah mengingat letak benda dan lokasi sebuah tempat.
  3. Punya daya imajinasi yang tinggi, sampai-sampai mereka bisa dengan mudah membayangkan sesuatu yang nggak kelihatan. Mungkin sebagian orang menganggp mereka tukang ngayal. But it’s oke. Anak visual spasial sees what others can’t see, right?
  4. Pinter menyesuaikan sesuatu hal dengan keserasian yang apik. Misalnya saat main lego, mereka bisa bikin bentuk yang wow dengan tingkat presisi yang tepat. Anak-anak dengan kecerdasan visuap spasial ini bebikinannanya tuh kadang suka beyond expectation loh. Apa yang mungkin orang dewasa nggak terpikirkan, buat mereka justru just a piece of cake.
  5. Senang mendesain sesuatu, menggambar, melukis, atau melakuan anek gim di komputer atau laptop dan gadget. Dan hasilnya biasanya keren.
  6. Sebagian anak sangat suka melihat, memperhatikan dan membaca peta (ingat, hal ini berkorelasi dengan kemampuannya mengingat lokasi)
Kalau dipikir-pikir, Kevin dan Rafael, kakaknya, dua-duanya emang punya kecerdasan visual spasial paling tinggi di antara kecerdasan lainnya. No wonder Rafael di usianya yang baru tiga tahun lebih, udah bisa merakit lego yang mayan susah. Bahkan saya pun nggak bisa huhuhu. Belum lagi kemampuan menggambarnya yang sangat menonjol. Namun, seiring bertambahnya usia, si kakak sekarang lebih tertarik dengan bisang grafis dan musik digital. Sedangkan Kevin, nggak terlalu suka sama lego ataupun menggambar tapi demen banget mainan kompas, berimajinasi sebagai superhero idolanya, dan main gim di ipad sejak usia 2 tahun. Hihihi.. bagian terakhir ini jangan ditiru ya Moms. Oya, satu lagi, Kevin sangat hepi kalau diajak jalan-jalan, mengingat rute perjalanan atau menceritakan dengan detil beberapa tempat yang pernah kami kunjungi. Dia juga bisa mengingat warna pepohonan, baju yang kami kenakan saat itu atau bentuk mobil yang kami temui.

Bacaan terkait : How to Treat Right Brained Children 

Langkah-langkah stimulasi anak dengan kecerdasan visual spasial

  1. Saat kami bepergian keluar rumah, saya sering meminta anak-anak untuk menghafalkan jalan yang kami lewati dan memperhatikan arah menuju lokasi yan hendak kami tuju. Misalnya saat akan pergi ke kebun binatang, saya suka kasih clue ke mereka kalau nanti di lampu merah itu kita akan belok ke kiri, trus naik ke jembatan berwana hijau, dan berbelok lagi ke arah kiri menuju pintu utama kebun binatang. Dengan begitu, mereka juga bisa menghafalkan arah jalan yang kami lalui.
  2. Meminta mereka untuk menceritakan bagaimana caranya sampai di suatu tempat. Misalnya dari rumah ke sekolah atau dari sekolah ke mall terdekat. Cara ini biasanya cukup manjur bikin mereka asik menghafal dan mengingat arah.
  3. Memfasilitasi mereka untuk menggambar atau sekedar corat-coret di berbagai media. Si kakak dulu sehari bisa menghabiskan dua atau tiga buah buku gambar sampai usia 5 tahunan. Setelah itu, dia mulai saya belikan sketch book yang hampir selalu dibawanya ke mana-mana. Dan saat senggang, dia akan menggambar apapun. Kebanyakan sih menggambar orang konser musik, rumah, gedung, dan lain-lain. Saya sengaja enggak ngebolehin anak-anak mengotori tembok ata dinding rumah. Sebagai gantinya, saya memperbolehkan mereka melakukannya di atas white board dan kertas gambar masing-masing.
  4. Memperkenalkan mereka dengan beragam alat bantu belajar yang menarik, seperti anatomi tubuh, kerangka binatang, ensiklopedia bergambar, rubik, dan lain-lain. Terbukti, cara ini cocok banget untuk memuaskan keingintahuan mereka sama hal-hal yang sedang dipelajari. Misalnya, saat menjelaskan tentang sistem pencernaan, saya bisa mengajak mereka membaca ensiklopedia bergambar. Biasanya, mereka sangat antusias melihat dan meraba setiap bagian yang ada di gambar. See, sisi kinestetiknya langsung muncul kan? Hihihii…
  5. Perbanyak buku-buku bergambar yang penuh warna dan eye catching. Ini ngefek banget buat kedua anak saya. Sejak kecil Rafael sukak banget sama ensiklopedia bergambar. Dia bahkan bisa berjam-jam memandangi, membolak-balik setiap lembar dan memperhatikan dengan seksama hal-hal yang menarik perhatiannya. Sedangkan Kevin, dia lebih tertarik pada buku-buku dengan tema kendaraan dan alam semesta. Dia sangat antusias menanyakan soal negara-negara, warna bendera, dan bahasa yang mereka pakai.
Anak-anak dengan kecerdasan visual spasial seperti Kevin dan Rafael ini, bisa mulai kita arahkan nanti pada beberapa pilihan karier di bawah ini. Meski demikian, ini hanyalah kisi-kisi ya Moms. Gak berarti profesi selain ini nggak cocok gitu. Apalagi kalau mereka juga menunjukkan sisi kecerdasan majemuknya yang lain. Minimal, daftar pekerjaan di bawah ini bisa kita jadikan alternatif untuk disodorkan. Apa aja ya?

  1. Seniman / artist
  2. Pemahat / pematung
  3. Penemu (discoverer)
  4. Desainer grafis, desainer interior/eksterior, desainer mode
  5. Animator
  6. Arsitek
  7. Guru seni
  8. Ilustrator
  9. Insinyur sipil
  10. Fotografer
  11. Perencana tata kota, dan lain-lain.
Nah, kira-kira Mommies ada pendapat lain nggak soal stimulasi anak dengan kecerdasan visual spasial ini? Feel free ya untuk share and comment. 


Salam,


No comments:

Post a Comment

Hi there!

Thank you for stopping by and read my stories.
Please share your thoughts and let's stay connected!

Bottom Ad [Post Page]