Post Page Advertisement [Top]

Belakangan, maraknya persebaran virus baru corona (Covid-19) benar-benar menyita perhatian dunia. Ya gimana enggak? Pergerakannya begitu masif, cepat dan hampir sulit dikendalikan. Dalam hitungan bulan, virus ini bermutasi, bergerak dan menginfeksi ribuan orang di seluruh dunia. Dimulai dari Tiongkok, Jepang, Korsel, Iran, Italia, Perancis dan hampir semua daratan Eropa, hingga ke Amerika. Kabarnya, proses persebaran virus ini bahkan jauh lebih cepat ketimbang MERS dan SARS yang mendahuluinya beberapa tahun silam. Sungguh sebuah cobaan berat di awal tahun 2020 ini.

Beragam kebijakan telah diambil di berbagai negara untuk menghambat persebaran virus ini. Mengingat sampai saat ini belum ada vaksin atau obat untuk penyakit ini, nggak heran kalau semua orang dihinggapi ketakutan. Pemerintah beberapa negara telah melakukan lock-down. Harapannya adalah untuk menekan angka penularan virus dan mencegah terjadinya tingkat kematian pasien ke level yang lebih tinggi lagi.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Sampai hari ini saat tulisan ini saya publish, belum ada perintah resmi untuk lock-down baik dari level nasioal maupun daerah. Sebagai negara kepulauan yang begitu besar, rasanya memang kebijakan ini butuh banyak pertimbangan mendalam. Akan sulit rasanya mengontrol pergerakan masyarakat dengan jumlah yang sedemikian besar dan wilayah yang bisa diakses dari mana saja ini.


Baca juga : Manfaat Finger Painting untuk Anak

Kemudian bagaimana langkah berikutnya?


Sesuai instruksi keamanan dari pemerintah dan lembaga kesehatan nasional dan internasional, masyarakat disarankan untuk melakukan beberapa hal berikut:

1. Menjaga social distancing
Mengingat persebaran virus ini dari dropplet, maka menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter sangat disarankan.

2. Menjaga kesehatan dengan menjalankan pola hidup bersih

Pola hidup bersih bisa dilakukan dengan rajin mencuci tangan atau memakai hand sanitizer. Selain itu, kalau abis pergi-pergi atau beraktivitas di luar rumah, segera mandi dan berganti baju sebelum menyapa keluarga ya. Jika sedang beraktivitas di luar rumah, usahakan untuk meminimalkan kontak fisik dulu untuk sementara.

3. Menjaga asupan makanan yang bergizi.

Makan bergizi seimbang, mencukupi kebutuhan sayur dan buah, minum cukup air dan bisa juga dibarengi dengan konsumsi vitamin C sangat bagus untuk dilakukan. Hal ini untuk mendukung stamina tubuh biar kuat dan virus ogah mampir.

4. Mencukupi waktu istirahat bagi tubuh

Tubuh yang mendapat istirahat cukup sangat baik untuk melawan serangan virus. So, usahakan untuk nggak kekurangan waktu tidur ya Moms and Dads. 

5. Tetap positive thinking
Menjaga pikiran agar tetap positif juga terbukti meningkatkan kekebalan tubuh loh. Jadi meski kita harus tetap waspada, tapi hati tetep tenang dan berdoa ya ..

Yang dilakukan kemudian adalah pilihan kedua yakni “meliburkan sekolah” dengan harapan bisa menekan mobilisasi dan persebaran virus, mengingat masa inkubasi virus Covid-19 ini adalah 14 hari. Nah, sebagai orangtua full time yang 24 jam bakalan ada di rumah barengan bocah, terkadang kita suka mati gaya nih mau ngapain aja huhuhuhu. Iya nggak sih?

Tenang Moms… kali ini saya mau sharing dikit aja tentang apa aja yang bisa kita lakukan selama “libur sekolah” selain belajar tentunya. Well, anggap saja kita lagi joining with home schooling ya… biar kesannya elite gitu waahahaha…

Baca juga : Cara Mudah Ajari Anak Berhitung




Kuy, intip kegiatan saya sama Kevin selama di rumah berikut ini ya

1. Jalan pagi
Poin pertama ini kayaknya agak sulit kan dilakuin kalau pas hari-hari biasa. Nah pas “libur” sekolah ini, kita bisa ajak si kecil jalan-jalan sebentar di sekitar rumah. Nggak usah jauh-jauh, kok. Itung-itung sambil belajar mengenal lingkungan kan? Asal, jangan lupa ya Moms sesampai di rumah harus segera cuci tangan.

2. Olahraga ringan
Di sekolah Kevin, setiap hari sebelum mulai belajar para guru biasanya mengajak siswanya untuk berolah raga. Nah saya juga ngajakin Kevin untuk senam pagi seperti biasa. Musiknya? Bebas. Tinggal setel mana lagu yang paling dia suka dari Youtube atau media lainnya. Mayan kan, Emaknya bisa sekalian gerak.

3. Ajak anak melakukan kegiatan domestik
Nah poin ketiga ini bakalan sedikit menguntungkan. Mumpung di rumah, yuk ajak si kecil melakukan aktivitas domestik. Misalnya merapikan mainan, menyapu atau beberes kamar dan ruangan kecil. Buat Mommies yang pengen ngajak anak-anak ke dapur boleh juga sih. Pastikan barang-barang berbahaya seperti termos air panas, pisau, pecah belah dan kompor berada di tempat yang aman ya. Meski rumah akan berantakan, relain aja deh Moms. Kapan lagi ngajarin anak untuk beraktivitas seperti ini? Setuju yaa…

4. Belajar online


Bagi beberapa sekolah yang sudah siap, anak-anak bisa belajar online dengan gurunya via beragam media. Hal ini tentu sangat meringankan “beban” ortu untuk mengajari anak. Tapi, buat kita-kita yang sekolahnya belum semaju itu, ada yang masih dikasih materi dalam bentuk fisik dan itupun terbatas. Don’t worry Moms. Ada banyak portal belajar online yang bisa kita akses for free. Next postingan akan saya bahas ya…

5. Bersosialisasi di dunia maya
Yang namanya anak-anak tuh gampang bosyen! Biasa bermain sama temen-temen di sekolah, tentu jenuh kalau setiap hari ketemunya emak lagi-emak lagi. Karena itu, nggak ada salahnya kita ajak anak untuk melakukan video call dengan saudara atau teman-temannya. Meski nggak “real” anak akan sedikit terhibur melihat penampakan mereka di layar kaca. Mau lebih eksis? Ngevlog bisa jadi pilihan yang fun pastinya!

Kalau Mommies punya ide lain buat ngisi waktu belajar di rumah? Boleh banget lho sharing di kolom komentar. Thanks for reading Moms.

Stay safe and healthy ya!


10 comments:

  1. Yuhuuuw asik dapet ide dari simbok. AKu belum nih kalau ngajak anak jalan pagi, masih rada takut gimana gitu apalagi daerahku juga cuacanya ga menentu banget nih mbak. Mau coba ahh ide ngajak ia dan io ngevlog, seru kayanya

    ReplyDelete
  2. Keren idenya mbak Bety, komplit ini. Anakku bukan jalan pagi tapi sepedaan, di depan rumah aja sampai ujung gang, bolak-balik..karena sepi bangets juga jalanan. Terus bikin prakarya, tadi gunting- menggunting gitu, kubiarin aja bernatakan entah bikin apa, kesukaan dia.
    Pokoknya memnag mesti tetup dibikin hepi yaa

    ReplyDelete
  3. No 4 patut dicoba nih Mba. Secara anakku cowok, bosenan banget di rumah. Kalau udah bosen di rumah minta keluar terus, Videocall sama temen atau sodara kayanya seru juga ya. Biar berasa ketemu temennya

    ReplyDelete
  4. Wah banyak pelajaran baru ya mbok semenjak lockdown ini. Semoga anak-anak tidak bosan dan bisa diajak kerjasama. Semoga wabah ini pun segera berakhir.

    ReplyDelete
  5. Enggak akan mati gaya kalau tahu cara menikmatinya ya, Mbak. Dibawa enjoy aja, apalagi kalau kumpul sama keluarga, pasti hari-harinya seru...

    ReplyDelete
  6. Iya. Mamak-mamak kudu kreatif memikirkan biar anak nggak bosen di masa liburnya. Meski cuma di rumah aja. Tapi ya jangan juga mengajak bepergian.

    ReplyDelete
  7. Demi jalan pagi aku rela melipir ke dekat kali BKT yang sepi, hehe. karena di daerahku padat penduduk jadi aku gak berani jalan2 di komplek. Akhirnya kami bawa motor ke dekat kali BKT yang masih ada sawahnya. nah, jalan kaki plus berjemur 30 menit di situ. Sepi, cuma kami berempat. Lumayanlah, tetep keluar tapi menjauh dasri keramaian.

    ReplyDelete
  8. Wah asik, bisa nyontek nih untuk kegiatan si kakak. Biar ga mati gaya selama social distancing, bisa diajakin nge-podcast juga. Thank you mbok.

    ReplyDelete
  9. Kalo udah ngelakuin semua yang disebutin tapi masih bosen? Bener di kalimat terakhir. Ngevlog. Sulung saya sering minta ngevlog. Pernah dia dandan sendiri pake make up emak minta divideokan. Di lain waktu dia pengen ngedance dan divideoin juga. Hingga berujung banyak video rekaman mereka tapi belum diedit hehe .. apa daya tangan emak cuma dua

    ReplyDelete

Hi there!

Thank you for stopping by and read my stories.
Please share your thoughts and let's stay connected!

Bottom Ad [Post Page]