Post Page Advertisement [Top]


Cara Mencegah Sembelit pada Anak - Konstipasi atau sembelit adalah hal yang wajar dan umum dialami oleh anak-anak. Pengalaman memiliki dua anak, saya memang mengalami hal ini pada keduanya. Terutama si kakak yang emang dari kecil agak susah makan sayur dan buah. Meski demikian, konstipasi ini nggak boleh dianggap remeh lho Moms. Apalagi jika anak sering mengalami sembelit ini dalam rentang waktu yang cukup lama. Misalnya hampir setiap minggu kesulitan buang air besar, itu namanya udah nggak wajar. Kenapa? Soalnya semakin lama feses nggak terbuang, maka teksturnya akan mengeras dan hal ini akan membuat anak kesakitan saat BAB. Karena itu kita harus sebisa mungkin memahami cara mencegah sembelit.

Cara mencegah sembelit pada anak


Penyebab umum sembelit pada anak ini biasanya terjadi saat awal-awal masa pengenalan anak pada masa toilet training atau lepas popok. Sekitar usia 2-3 tahunan, anak kan biasanya mulai kita biasakan untuk enggak pakai popok. Nah, di masa ini anak akan belajar mengelola kebutuhan biologisnya secara bertahap. Terkadang, ada anak yang karena udah kebiasaan pup dan pee di popok/diapers, mereka akan kesulitan beradaptasi saat dilatih untuk buang air besar atau kecil di toilet. Selain itu, faktor perubahan menu makanan juga bisa menjadi pemicu timbulnya sembelit pada si kecil.

Nah, sebagai ortu kita pasti enggak pengen ya anak-anak mengalami sembelit. Apalagi kalau sembelitnya tu sampe parah banget. Duh rasanya kasian deh, liat dia nangis jejeritan sambi berkucuran keringat hanya untuk buang hajat. Kejadian soalnya sama Kevin beberapa kali dia sembelit parah. Saya enggak terlalu inget penyebabnya apa, yang jelas hampir seminggu dia nggak bisa pup. Dan saya sampai harus memberinya obat khusus yang dimasukkan dari anus untuk membantunya BAB. Huhuhu… sedih banget kalau inget itu.

Untuk mencegah sembelit berkelanjutan, kapan sebaiknya menghubungi dokter?

Pada beberapa anak, sembelit terjadi saat dia merasa enggak nyaman berada di tempat baru atau mengalami sesuatu hal yang mengusik kenyamanannya. Meski sembelit enggak langsung berpengaruh pada naik turunnya berat badan, tetap saja kita harus segera membawanya ke dokter atau meminta bantuan ahli jika sembelit terjadi lebih dari dua minggu, atau anak menunjukkan gejala lain seperti demam, menolak beberapa kali sesi makan, keluar darah dari anus, perut bengkak, nyeri hebat saat BAB, atau rewel sangat.


Cara mencegah sembelit pada anak

5 Langkah Mencegah Sembelit pada Anak

Kabar baiknya, Moms, para ahli berpendapat bahwa kondisi susah buang air besar pada anak ini biasanya bersifat sementara. Artinya, bisa sembuh dengan treatment yang tepat. Kita bisa melakukan beberapa hal di bawah ini untuk mencegah dan mengurangi risiko anak terkena sembelit di kemudian hari. Apa aja ya?

1.Sertakan serat yang cukup

Beberapa ahli mengatakan bahwa untuk menghitung berapa gram kebutuhan serat si kecil, kita bisa memakai cara mudah seperti ini: tambahkan 5 untuk setiap usia anak. Misalnya Kevin kan umurnya 6 tahun. Nah saya bisa memberikan kira-kira 11 gram serat dalam menu hariannya. Serat ini bisa kita ambil dari bermacam buah dan sayur seperti brokoli, kacang polong, bayam, jeruk, buncis, dan lain-lain.

2.Jangan kurangi susu

Susu adalah salah satu nutrisi penting dalam menu harian si kecil. Menghilangkan susu dari daftar makan mereka tidak akan menghilangkan sembelit. Wah padahal saya tu sering banget tu denger kalau anak lagi sembelit, disuruh ngurangin jatah susunya. Dengan alasan kebanyakan susu bikin susa pup. Padahal, ternyata enggak begitu ya. Malah justru bisa menghilangkan asupan kalsium yang seharusnya dia perlukan untuk mendukung pertumbuhannya.

3.Cukupi kebutuhan air minum

Pastikan anak mengonsumsi air putih yang cukup ya Moms. Jangan terus menerus memberinya sari buah, teh, ataupun susu meskipun dia menyukainya. Bagaimanapun juga, tubuh kita memerlukan air putih dalam jumlah yang cukup. Untuk menyiasatinya, kita bisa tambahkan irisan buah kesukaannya ke dalam botol minum untuk memberikan sedikit taste yang menyegarkan.

4.Batasi asupan pisang, nasi putih, dan keju

Pisang diketahui memiliki kontribusi yang cukup besar pada terjadinya sembelit. Demikian juga dengan nasi putih dan keju. Jadi sebaiknya tetap atur menu makan si kecil agar tetap seimbang. Untuk memastikan anak-anak tetap bisa menyantap nasi, mungkin kita bisa mengganti nasi putih dengan nasi merah, atau mengurangi porsi nasinya dan mengganti dengan bahan makanan yang lain seperti roti atau umbi-umbian. Untuk buah, kita bisa kasih yang banyak serat dan air seperti semangka, apel, pear atau jeruk. 

5.Ajak anak untuk berolahraga/beraktivitas fisik

Aktivitas fisik sejak lama dipercaya bisa membantu anak untuk tetap aktif, meningkatkan kinerja usus dan sistem pencernaan, serta membantu mereka melepaskan energi setiap harinya. Kebetulan Kevin itu termasuk anak kinestetik. Jadi saya gak terlalu kesulitan mengajaknya beraktivitas fisik. Beda sama Rafael yang lebih gampang mager.  Untuk itu, saya harus pandai-pandai membujuk Rafael untuk mau bergerak, minimal bersepeda atau streching dikit-dikit. 

Semoga tips di atas bisa bermanfaat ya Moms..
Salam sayang,

No comments:

Post a Comment

Hi there!

Thank you for stopping by and read my stories.
Please share your thoughts and let's stay connected!

Bottom Ad [Post Page]