Serunya Belajar Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi bersama Cobra Dental

Menjaga kesehatan gigi pada anak selalu jadi prioritas saya sejak masih punya anak satu. Dari kecil, si kakak nggak pernah punya masalah sama gigi, termasuk karies ataupun gigi berlubang. Waktu masih TK dia bahkan pernah menang lomba gigi sehat antar kelas. Sampai sekarang, nggak pernah ada keluhan sama sekali masalah pergigian ini. Beda banget sama adeknya, Kevin.



Yup, seperti kebanyakan orang tua lainnya, anak kedua dan seterusnya tuh kadang suka bikin kita lebih longgar dalam banyak hal. Dulu pas masi punya anak satu, saya super duper protektif. Palagi si kakak nggak bisa dapet ASI eksklusif. Jadilah saya harus mengatur segala sesuatu terkait makanan, minuman yang dia konsumsi.
Pas Kevin lahir, treatment saya mulai berbeda nih. Yang dulu kakaknya ini itu nggak boleh, saya longgarin. Salah satu alasannya adalah karena menurut saya daya tahan Kevin lebih tinggi ketimbang kakaknya. Dulu kan Rafael sering sakit, bolak balik masuk RS di usianya yang masih balita. Makanya saya protektif banget. Sedangkan Kevin relatif lebih kuat dan jarang sakit. Jadilah dia saya bolehin makan coklat, sedikit permen, dan es krim lebih dini ketimbang kakaknya dulu.

Emang sih dia nggak sering demam, batuk ataupun pilek. Tapiii… masalahnya ada pada giginya yang mulai keropos. Kalau orang Jawa bilangnya gigis atau gupis. Itu loh yang giginya pada abis atau terkikis. Kevin bahkan sudah beberapa kali saya bawa ke dentist buat nambal giginya yang bolong dan berasa sakit sampai nggak mau makan. Huhuhu… kesian banget liatnya. Ya, mo gimana lagi saya emang salah. Sekarang udah kadung sakit gigi, yawes harus banyak berkunjung ke dentist. Untungnya (ih masih ada untung juga ya hehehehe) dia udah nggak asing sama dentist karena saya juga bolak balik ke endodontist untuk merawat akar gigi.

Bicara masalah kesehatan gigi pada anak, saya mau berbagi cerita ni Moms. Jadi beberapa hari yang lalu di sekolah Kevin kedatangan dokter gigi nih dari Cobra Dental.

Dalam rangka merayakan HUT yang ke-40, Cobra Dental mengadakan screening gigi, penyuluhan, dan juga pengaplikasian fluoride pada gigi anak. Acaranya seru banget dan diikuti oleh kurang lebih 80 anak didik.
Sebelum cerita soal kegiatan mereka kemarin, kuy kita kenalan lebih dekat sama Cobra Dental ya.

Jadi Cobra Dental ini awalnya adalah sebuah toko kecil yang menjual beragam alat, bahan dan berbagai barang lain yang berkaitan dengan kedokteran gigi. Sejak 40 tahun yang lalu, Cobra Dental concern dalam menyediakan layanan berkualitas pada pelanggannya. Berawal dari toko kecil tersebut, kini Cobra Dental sudah memiliki cabang di 26 kota dengan total 38 outlet yang melayani lebih dari 26 ribu pelanggan. Dalam website resminya, Cobra Dental juga mengklaim telah mewakili lebih dari 60 perusahaan dental dari 20 negara di dunia. Dengan fokus untuk membawa dunia kedokteran gigi di Indonesia berada dalam level yang sama dengan negara-negara maju lainnya, Cobra Dental juga berkomitmen untuk terus mewujudkan impian tentang dunia kedokteran gigi yang lebih baik di tanah air.

Selain menyediakan beragam kebutuhan terkait kedokteran gigi, Cobra Dental juga rutin melakukan CSR alias Community Social Responsibility yang diwujudkan dalan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungannya.

Nah tanggal 28 Januari 2020 kemarin, tim dari Cobra Dental berkunjung ke sekolah Kevin dan mengadakan acara yang seru banget.



Acara tersebut diawali dengan sesi foto yang diikuti oleh murid-murid TK, ibu guru dan perwakilan dari tim Cobra Dental. Setelah itu, anak-anak diajak untuk menuju ke joglo, tempat acara inti dilakukan. Di sana sudah menunggu tim dokter dan petugas lainnya yang siap dengan peralatan lain untuk menjelaskan kesehatan gigi pada anak-anak.

Selepas sambutan dari ibu Tanti selaku kepala sekolah, disusul dengan sambutan dari tim dokter Cobra Dental, acara dilanjutkan dengan penjelasan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi. Ada 3 dokter gigi yang hari itu terlibat, di antaranya adalah drg. Stefanny dan drg. Rifky.



Dokter Rifky menjelaskan bahwa ada 2 jenis gigi yang kita miliki. Yakni gigi susu dan gigi permanen. Gigi susu adalah gigi yang tumbuh di masa awal balita dan akan tanggal di usia 5-6 tahun. Nah setelah gigi susu tanggal, akan digantikan oleh gigi permanen yang biasanya mulai tumbuh di usia 6-12 tahun. Ssst tau nggak Moms, ternyata gigi geligi pada anak itu nggak serta merta muncul gitu aja loh. Tapi pertumbuhan gigi ini sudah diawali sejak janin masih berada di awal trimester pertama kehamilan. Teori ini mungkin bisa menjelaskan ya, kenapa gusi bayi baru lahir udah keras dan terkadang sakit saat menggigit puting kita ketika menyusu. Hehehe.. amazing.

Lebih lanjut, drg. Rifky juga menjelaskan bahwa ada juga 5 jenis gigi yang kita miliki. Yakni

  1. Gigi seri, yang berfungsi untuk memotong makanan. Gigi ini berjumlah 8 buah, yakni 4 di atas dan 4 di bawah. Letaknya ada di paling depan rongga mulut. Gigi ini biasanya tumbuh paling awal dimulai di usia sekitar 6 bulan ke atas.
  2. Gigi taring, berfungsi untuk mengoyak makanan. Gigi ini paling tajam dan biasanya tumbuh sejak usia bayi 16-20 bulan.
  3. Gigi Premolar, ini adalah gigi yang berada di belakang taring dan di depan geraham. Jumlahnya ada 8, yakni 4 di rahang atas dan 4 lagi di rahang bawah. Fungsinya sama dengan gigi geraham yaitu untuk menggiling makanan. Yang unik, gigi premolar ini baru akan tumbuh sekitar usia 10 dan 11 tahun, menggantikan gigi geraham.
  4. Gigi geraham, memiliki fungsi yang sama dengan ggi premolar, yaitu untuk mengunyah/menggiling makanan.  Geraham mulai tumbuh di usia 12-28 bulan dan akan digantikan oleh gigi premolar di usia 10-11 tahun.
  5. Gigi geraham bungsu, adalah gigi yang tumbuh paling akhir, sekitar usia 18-20 tahunan. Tapi, ternyata pada beberapa orang gigi geraham bungsu ini nggak tumbuh loh. Sedangkan pada beberapa orang lainnya tumbuhnya nggak sempurna dan mendesak gigi yang lain sehingga harus dicabut. Nah yang ini kejadian sama saya. Akhirnya ya mau nggak mau harus cabut gigi deh.


Kenapa gigi bisa bolong?

Seiring dengan kemampuan mengunyah anak yang semakin hari semakin baik, maka makin beragamlah jenis makanan yang mereka konsumsi. Ya contohnya kayak saya tadi. Yang awalnya hanya makan sayur dan buah yang dikukus, lama-lama makan biskuit, keripik, kerupuk, bahkan permen dan es krim. Jadilah gigi geligi yang semula mulus dan kuat akhirnya jadi keropos, dan berlubang. Sisa makanan yang menempel di gigi yang nggak dibersihkan dengan cepat, bisa menarik kuman yang akan diubah menjadi asam dan  bisa bikin gigi bolong. Cenut-cenut deh jadinya.

Menurut drg. Rifky, ada beberapa makanan “jahat” yang sebaiknya nggak dikonsumsi terlalu banyak dan sering. Yaitu:
Makanan manis dan lengket, contohnya permen, lollipop, dan es krim.
Makanan ringan, karena terlalu banyak mengandung tepung. Misalnya roti, popcorn, dan keripik kentang yang bisa dengan mudah nyelip di antara gigi dan bisa menarik kuman.
Minuman bersoda. Minuman ini mengandung terlalu banyak pemanis dan mungkin juga zat kimia yang bisa bikin gigi jadi rusak.

Lalu makanan apa yang bermanfaat untuk kesehatan gigi?Ada banyak makanan yang bergizi dan bisa bikin gigi makin sehat loh. Di antaranya adalah:
Buah dan sayur yang renyah seperti apel, wortel, paprika dan lain-lain, sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi karena mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Selain itu jenis makanan ini juga mengandung banyak air sehingga membentu membuat air liur yang berfungsi melindungi gigi agar nggak mudah berlubang.

Dairy product, contohnya susu, yoghurt, dan keju yang memiliki kandungan air lebih banyak serta protein dan kalsium yang berguna banget untuk membuat gigi main kuat.

Fluoride. Beberapa contoh makanan yang mengandung fluoride adalah ayam dan seafood. Air putih juga terkadang mengandung fluoride lho.


Gimana sih cara ngelawan kuman?

Ada beberapa cara melawan kuman dalam mulut dan gigi, antara lain:
1. Rajin menggosok gigi minimal 2 kali sehari. Yakni sebelum tidur dan selepas bangun pagi. Jangan lupa gunakan pasta gigi ya.
2. Mengurangi asupan makanan yang manis dan lengket di gigi. Contohnya permen, es krim, dan krim coklat. Setelah mengonsumsi makanan seperti ini, sebaiknya anak diajak untuk menggosok gigi atau minimal berkumur dengan air bersih dan minum air yang cukup agar sisa gula nggak menempel di gigi.
3. Rutin mengunjungi dokter gigi dan mengecek kondisinya, minimal 6 bulan sekali. Nah ini kadang jadi PR ya Moms. Soalnya nggak semua anak mau dengan sukarela diajak ke dentist. Salah satu triknya kalau saya sih nyari klinik gigi yang ramah anak biar anak nggak takut.

Gimana cara menggosok gigi yang benar?

1. Katupkan rahang atas dan bawah, lalu gosok bagian luar gigi atas dan bawah. Lakukan dengan gerakan memutar atau ke atas dan ke bawah ya bukan ke samping kanan dan kiri. Hal ini justru bisa mengikis email gigi dan membuat gigi berlubang.
2. Gosok bagian samping gigi atas dan bawah.
3. Buka mulut lebar-lebar dan gosoklah permukaan gigi geraham atas dan bawah.
4. Setelah itu, gosok bagian dalam semua gigi atas dan bawah untuk memastikan sisa kotoran nggak menempel lagi.
5. Julurkan lidah dan gosok dengan lembut supaya napas segar dan mulut bebas dari kuman.
6. Kumur-kumur dan pastikan semua sisa pasta gigi sudah bersih.


Serunya games bareng drg. Steffany & drg. Rifky

Setelah penjelasan dari drg. Rifky, anak-anak diajak untuk menonton film tentang kesehatan gigi lewat layar proyektor yang berada di depan. Anak-anak terlihat sangat gembira dan terkadang juga tertawa riang.
Selepas menonton film, drg.Rifky dan drg. Stefanny mengadakan kuis yang bertabur hadiah untuk anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan sederhana dari mereka berdua. Wuah seruu banget jadinya. Anak-anak berebut untuk menjawab.

Hepiiii dapet goodie bag dan snack 😁😁

Acara berlanjut dengan pembagian snack dan goodiebag yang dilakukan oleh tim Cobra Dental yang dibantu oleh ibu guru. Selanjutnya anak-anak diajak kembali ke kelas masing-masing untuk menerima krim fluoride khusus yang berfungsi mencegah kerusakan gigi pada anak. Pengaplikasian krim beraroma melon ini dilakukan oleh tim dokter dibantu oleh tenaga medis lainnya.
Nggak hanya itu loh. Sepuluh anak lainnya diajak ke mobile unit Cobra Dental untuk dilakukan screening gigi. Wah makin seru ya.

Kevin lagi diolesin fluoride giginya

Sekitar pukul 11, keseluruhan rangkaian acara selesai sudah. Terima kasih Cobra Dental!




12 comments:

  1. Kalau edukasi giginya seseru ini yakin deh Kevin dan teman-temannya bakalan makin peduli menjaga kesehatan gigi. Bagus sekali acaranya. Sesuai usia mereka konsepnya memberi contoh , bermain sekalian belajar merawat giginya

    ReplyDelete
  2. Bagus sekali ya Mbak acaranya. Memberikan pembelajaran tentang kesehatan gigi dengan cara yang menyenangkan bagi anak-anak. Apalagi pulangnya dapat goodie bag dan snack juga. Wah pasti senang tu si kecil.

    ReplyDelete
  3. Selalu seru belajar pentingnya menjaga kesehatan gigi. Banyak dampak yang bisa mengganggu kesehatan jika tidak merawat gigi.

    ReplyDelete
  4. Merawat gigi memang harus dimulai sejak bayi ya. Kalau sudah terlanjut rusak bisa bahaya. Apalagi kalau masih anak-anak, kasian banget kalau musti sakit...

    ReplyDelete
  5. Anak sulungku sudah mulai bolong lagi nih giginya. Akibatnya, kegiatan mengunyah jadi terganggu dan makannya jadi lamaaa banget. Suka bingung, anaknya rajin gosok gigi, nggak makan permen maupun cokelat. Ow ow, ternyata kebiasaan makan roti juga bisa jadi penyebab, ya. Sulung ini penggemar berat roti-rotian memang. Sehari bisa habis banyak pokoknya. Wah, harus dikendalikan nih ya demi kesehatan gigi dan kestabilan keuangan #Eh

    ReplyDelete
  6. Wah seru ini mbak bisa ada acara gini ke sekolah. Meningkatkan kesadaran anak menjaga kesehatan gigi, btw aku baru tau tentang gigi premolar itu >,< kemana aja sih aku yak

    ReplyDelete
  7. Kebanyakan anak-anak giginya pada gigis seh. Adikku juga. Hehehe

    ReplyDelete
  8. Cobra Dental ini ternyata banyak cabangnya ya Mba Bet 😍 dan kehadiran Cobra Dental ini jadi ngasih banyak ilmu ya ke anak dan ke orang tua yang hadir di acara itu tentang bagaimana cara mengosok gigi yang benar dan parawatannya. Ngomong-ngomong Mba Ber, gosok gigi bagian depan itu agak susah ya dengan gerakan memutar. Enaknya itu sikat atas bawah gitu, tapi ternyata cara sikat gigi begitu salah ya. Harusnya memutar ya gerakan sikat giginya. Ngerasa diingetin aku😂

    ReplyDelete
  9. Hihihi ... bener ya. Pas anak pertama aku juga ketat banet masalah gigi. Pas anak kedua dia nyusu botol dan ngebut banget kalau malam hari. Kecolongan deh giginya dan harus berhubungan dengan dr. gigi.

    ReplyDelete
  10. lidah perlu digosok juga ya... Ya ampunn baru tahu saya mbok, thank ilmu nyaa

    ReplyDelete
  11. Sik ta Mbak, aku galfok sama sekolahe Kevin. Beneran ndek Baciro? Gak adoh ta? Nah kalau ngomongin belajar sikat gigi nih, anakku si Najib sama Najwa ini gak percaya diajari Emaknya. Karena ya itu, mereka sering lihat cara sikat gigi Emaknya yang keliru. AKhire mereka tanya ke dokter gigi langganan. Jan ra payu Emak e.

    ReplyDelete
  12. Gosok gigi yang benar nih yang enggak semua orang tahu. Tapi dengan mengajarkan cara menggosok gigi yang benar gigi anak lebih sehat dan terjaga.

    ReplyDelete

Halo, saya Bety. Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. Yuk tinggalkan jejak di kolom komentar. 😊