Wednesday, January 15, 2020

"Eh, jangaan!!"

Sebuah lengkingan keras membuat si kecil kaget dan akhirnya menangis kencang. Sang ibu yang nggak kalah kaget terlihat panik dan berusaha merebut benda tajam yang terlanjur berada di genggaman anaknya. Drama pun berlanjut dengan teriakan keras, tangisan melolong dan tantrum si kecil.



Hei... pernah nggak sih Mommies ngalamin drama di atas? Well, kalau mau jujur pasti banyak sih orangtua yang pernah ngalamin kejadian kayak gitu.

Benda tajam dan berbahaya memang nggak seharusnya menjadi mainan anak-anak, terutama balita.  Karena itu, orangtua harus memastikan benda-benda itu berada di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Tapi, seiring dengan usia dan kematangan anak, benda-benda tajam ini juga harus dikenalkan loh. Yaaa, mulai usia 3 tahunan, Mommies boleh mengeluarkan koleksi "senjata" ini dan mendampingi anak untuk mengenal gimana sih cara makeknya. Di usia ini, otot-otot tangannya sudah cukup kuat dan mampu memegang serta menggunakan gunting. Lagipula, nanti saat mereka udah sekolah, ia sudah terbiasa menggunakannya. Soalnya nanti kalau di TK, mereka akan mulai mengerjakan banyak prakarya yang membutuhkan acara gunting menggunting.

Tentu saja, Mommies harus mengenalkan gunting dan atau benda tajam lainnya secara bertahap dan berulang ya. Jangan terburu-buru, dan pastinya harus dilakukan dalam kondisi anak lagi fresh. Satu lagi, sesuaikan dengan kematangan masing-masing anak ya. Tiap anak memiliki tahap perkembangannya sendiri. Jadi nggak bisa disamain. Misalnya si A usia 3 tahun udah dikenalin sama gunting. Kok si B udah 4 tahun belum bisa pegang gunting sih?

Idealnya sih, di usia 5 tahunan, anak sudah bisa menggunting dan memotong kertas dengan baik, meski mungkin belum rapi. No worries, ya Moms. Semakin dewasa, anak akan menemukan.



Sst, tahu nggak Moms, ternyata aktivitas menggunting nggak hanya bermanfaat untuk memotong kertas dan bahan lainnya loh. Buat para balita unyu-unyu ituuh, menggunting juga sangat mendukung proses tumbuh kembangnya. Apa saja ya kira-kira?

  • Melatih motorik dan sensorik anak

Saat memegang gunting, otot-otot anak akan terlatih dan hal ini tentu saja mendukung perkembangan motoriknya. Selain itu, anak juga akan belajar menyentuh, mengenal dan menggunakannya.

  • Menumbuhkan kepercayaan diri

Meskipun di awal-awal hasil guntingannya masih akan berantakan, hal ini tetap saja akan meningkatkan kepercayaan diri anak saat berhasil memotong atau menggunting sesuatu.

  • Belajar mengontrol kekuatan
Aktivitas menggunting, membuat anak belajar bagaimana mengontrol kekuatan dan menggunakan gunting untuk memotong atau membentuk pola.

  • Mengenal berbagai macam bentuk dan warna
Saat berlatih memotong dan menggunting kertas warna, secara nggak langsung anak belajar juga mengenal warna dan beragam bentuk yang berbeda. Misalnya kita bisa mengajarkan anak untuk membentuk segitiga berwarna merah, segi empat berwarna kuning dan lain sebagainya.

  • Berlatih kesabaran

Sebenernya, semua aktivitas belajar anak bisa melatih kesabaran, termasuk menggnting. Mereka akan belajar untuk fokus, berhati-hati dan sabar sampai bentuk yang diinginkan berhasil digunting.

Nah, ternyata nggak melulu harus parno bin panik ya Moms saat si kecil berhadapan dengan benda tajam? Yang pasti kita harus mempersiapkan mereka untuk mengenal, menggunakan dan merasakan manfaatnya dengan benar. Jangan lupa, dampingi anak saat beraktivitas menggunakan gunting ini. Seiring dengan makin bertambahnya usia, sekitar 9-10 tahun, mereka akan cukup matang dan siap untuk menggunakannya sendiri. So, get ready for their new experience.

Happy parenting!

10 comments

Masalah gunting menggunting jadi ingat anak laki-laki saya yang pertama. Karena rasa penasarannya yang tinggi, waktu usia TK dia pegang gunting, eh malah gunting sprei hehehe. Untung cuma dikit. Setelah itu saya arahkan agar menggunting benda-benda yang memang boleh digunting. Akhirnya dia nurut. Kalau sekarang, adiknya yang perempuan usia 6 tahun, lebih kalem. Suka menggunting juga, tapi bukan sprei, kertas, benang-benang yang tidak rapi di pakaian. Ternyata manfaatnya banyak dan bagus sekali ya Mbak untuk perkembangan anak.

REPLY

Memang ada masanya anak senang menggunting ya, Mbak
Dulu waktu anak saya senang dengan gunting, saya alihkan dengan gunting mainan. Setelah agak besar sedikit baru saya kasih gunting beneran. Pemakaiannya tetap dalam pengawasan

REPLY

Aku sudah mengizinkan El saat usia 3 tahun untuk belajar menggunting. Eh, duo kakaknya juga begitu ding. Emaknya woles aja anak-anak mainan benda tajam, hehehe. Tapi biasanya anak-anak memang punya gunting khusus yang tidak tajam untuk mereka gunakan

REPLY

Iya. Kita reaksinya berlebihan yah. Padahal udh ada juga gunting u anak². Bentuknya lucu² dan ujungnya tumpul. Yg penting u latihan motorik halus. TFS...

REPLY

Hahaha, ko jadi kesindir sih sayaa. Parnonya itu loh urusan gunting, baheula tapinya, pas masih pertama jadi mamak-mamak. Syukur waktu itu ada teman yang ngenalin gunting anak, jadi si Mas merdeka gunting-gunting gambar kesukaannya. Tapi teteup sih kudu ditemenin soale ntar kertas-kertas kerja emaknya juga diembat, hahaha.

REPLY

Kenangan pertama kali anakku boleh pegang gunting adalah dia menggunting rambutnya sendiri, huhuhu..untung rambutnya kriwil kan jadi ga begitu keliatan..

REPLY

Saya sampai anak saya hampir 7 tahun belum suruh anak gunting kukunya sendiri. Mungkin saya akan coba deh, karena dia dah bisa gunting kertas.

REPLY

Baru aja kejadian bulan lalu, Aqeela yang di sekolahan ada pelajaran menggunting. Sampai di rumah juga minta gunting dan main sama anak tetangga sebelah.Awalnya masih ngegunting kertas origami, Maknya lengah sebentar tak tinggal ke warung sebelah, pulang-pulang mereka udah salon-salonan. *mo teriak takut mereka ketakutan. Untungnya yang digunting itu sejumput di bagian bawah. Huhuhu... dan karena Aqeela rambutnya ikal ga begitu ketara kalo rambutnya dipake eksperimen gunting.

Tapi udah gitu dia ngerti kalo ga boleh main salon-salonan pake gunting beneran.

REPLY

Ingat waktu si bungsu nangis kencang gara-gara rambutnya digunting sama bapaknya, habis itu gunting diambil dan guntingi rambutnya sendiri, terus bercermin, nangisnya tambah kencang. Baru sadar ternyata kepalanya botak bagian depan hahaha...

REPLY

Anak bungsuku hobi gunting menggunting begini..alhasil lebih sabar dibandingakn si sulung yang dulu sepertinya enggak telaten mainan ini. Pantesan karena menggunting melatih kesabaran ya...

REPLY

Hi there!

Thank you for stopping by and read my stories.
Please share your thoughts and let's stay connected!

Smart Mom, Happy Mom . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates